MAKALAH
BAHASA INDONESIA
Kerangka Karangan
Disusun untuk
memenuhi tugas kelompok 8
Mata kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu
: Drs. H. Manon
Jaya, MM., M.Pd
Disusun Oleh :
Muhammad Fauzan
Muhammad Akhyarulmubin
Feby Firdaus
Jihan Wahyuni
Rofiqo Tri Lestari
PGMI A Semester 1
2017
INSTITUT AGAMA
ISLAM BUNGA BANGSA CIREBON
Jl. Widarasari III Tuparev Cirebon Telp./Fax. : {0231}
246215
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kerangka
Karangan.
Pembuatan makalah ini merupakan tugas mata
kuliah Bahasa Indonesia yang di kerjakan secara kelompok.
Makalah ini berisi tentang Pengertian Kerangka
Karangan, Fungsi dari Kerangka Karangan, Jenis-jenis Kerangka Karangan, Syarat-syarat
dalam Membuat Kerangka Karangan, dan Langkah-langkah dalam membuat Kerangka
Karangan; yang mana penyusun telah berusaha semaksimal mungkin dan pastinya
bantuan dari berbagai pihak, sehingga penyusun mampu menyelesaikan makalah ini
dengan tepat waktu. Dengan itu penyusun sangat berterima kasih banyak kepada
semua belah pihak yang telah membantu terselesainya makalah ini.
Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa banyak
kekurangan baik dari dalam susunan bahasa maupun penulisan. Oleh sebab itu
terbuka bagi penyusun saran dan kritik dari pembaca kepada penyusun, sehingga
penyusun dapat memperbaiki karya tulis ini.
Penyusun berharap semoga makalah ini memberikan
manfaat dan inpirasi kepada pembaca.
Cirebon,
Januari 2018
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Yang menjadi permasalahan dalam makalah ini
adalah :
1.
Apa yang dimaksud kerangka karangan ?
2.
Apa fungsi kerangka karangan ?
3.
Apa saja jenis-jenis kerangka karangan ?
4.
Apa saja syarat-syarat dalam membuat kerangka karangan ?
5.
Bagaimana cara membuat kerangka karangan yang baik dan benar ?
Makalah ini dimaksud untuk:
1.
Menjelaskan maksud dari kerangka karangan.
2.
Menjelaskan fungsi-fungsi dari kerangka karangan.
3.
Menjelaskan jenis-jenis kerangka karangan.
4.
Menjelaskan syarat-syarat dalam membuat kerangka karangan.
5.
Menjelaskan tentang tata cara dalam membuat kerangka karangan.
BAB II
PEMBAHASAN
Kerangka atau outline adalah suatu rencana yang memuat garis-garis
besar dari suatu susunan yang akan dibuat dan berisi rangkaian ide yang disusun
secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Sedangkan karangan
adalah sebuah karya tulis yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan
kepada pembaca.
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat
garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan
rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan
teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap
terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka
karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak
kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.
Kerangka karangan adalah rencana
penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap,
dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas,
terstruktur, dan teratur.
Jadi kerangka karangan adalah suatu suatu rencana atau rancangan
yang memuat garis besar atau ide suatu kaya tulis yang disusun dengan
sistematis dan terstruktur.
1.
Untuk memudahkan penulisan sebuah
karya tulis agar menjadi lebih sistematis dan rapih.
2.
Untuk mencegah penulis keluar dari
ide awal yang akan dibahas dalam suatu karangan yang akan digarap.
3.
Untuk mencegah penulis membahas
suatu ide atau topik bahasan yang sudah dibahas sebelumnya.
4.
Untuk memudahkan penulis mencari
informasi pendukung suatu karangan yang berupa data atau fakta.
5.
Untuk membantu penulis mengembangkan
ide-ide yang akan ditulis di dalam suatu karangan agar karangan menjadi lebih
variatif dan menarik.
Adapun manfaat kerangka karangan secara umum adalah untuk menyusun
karangan secara teratur. Selain itu ada beberapa manfaat kerangka karangan,
antara lain :
1.
Mempermudah pembahasan tulisan.
2.
Menghindari isi tulisan keluar dari
tujuan awal.
3.
Menghindari penggarapan sebuah topik
sampai dua kali atau lebih.
4.
Memudahkan penulis mencari materi
tambahan.
5.
Menjamin penulis bersifat
konseptual, menyeluruh, dan terarah.
6.
Memudahkan penulis mencapai klimaks
yang berbeda-beda.
Berdasar Sifat Rinciannya:
1) Kerangka Karangan Sementara / Non-formal:
cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:
a) topiknya tidak kompleks
b) akan segera digarap
2) Kerangka Karangan Formal:
terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:
a) topiknya sangat kompleks
b) topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap
1) Kerangka Karangan Sementara / Non-formal:
cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:
a) topiknya tidak kompleks
b) akan segera digarap
2) Kerangka Karangan Formal:
terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:
a) topiknya sangat kompleks
b) topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap
Adapun syarat-syarat kerangka karangan yang baik antara lain :
1.
Pengungkapan maksudnya harus jelas.
2.
Tiap unit dalam kerangka karangan
hanya mengandung satu gagasan.
3.
Pokok-pokok dalam kerangka karangan
harus disusun secara logis.
4.
Harus menggunakan pasangan simbol
yang konsisten.
Pada dasarnya, untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk
membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam
mengembangkan karangan, berikut langkah-langkahnya, antara lain :
1.
Menentukan tema dan judul
Sebelum anda mau melangkah, pertama kali dipikirkan adalah mau kemana kita
berjalan? lalu bila menulis, apa yang akan kita tulis? Tema adalah pokok
persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan.
Sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan. Kalau tema
cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan
judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan
ditulis. Tema sangat terpengaruh terhadap wawasan penulis. Semakin banyak
penulis membiasakan membaca buku, semakin banyak aktifitas menulis akan
memperlancar penulis memperoleh tema. Namun, bagi pemula perlu memperhatikan
beberapa hal penting agar tema yang diangkat mudah dikembangkan. diantaranya :
a.
Jangan mengambil tema yang
bahasannya terlalu luas.
b.
Pilih tema yang kita sukai dan kita
yakini dapat kita kembangkan.
c.
Pilih tema yang sumber atau
bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh.
Terkadang memang dalam
menentukan tema tidak selamanya selalu sesuai dengan syarat-syarat diatas.
Contohnya saat lomba mengarang, tema sudah disediakan sebelumnya dan kita hanya
bisa memakainya.Ketika tema sudah didapatkan, perlu diuraikan atau membahas
tema menjadi suatu bentuk karangan yang terarah dan sistematis. Salah satu
caranya dengan menentukan judul karangan. Judul yang baik adalah judul yang
dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan kita.
2.
Mengumpulkan bahan
Setelah punya tujuan, dan mau
melangkah, lalu apa bekal anda? Sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan
yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan. Bagaimana ide, dan
inovasi dapat diperhatikan kalau tidak ada hal yang menjadi bahan ide tersebut
muncul. Buat apa ide muluk-muluk kalau tidak diperlukan. Perlu ada dasar bekal
dalam melanjutkan penulisan. Untuk membiasakan, kumpulkanlah kliping-kliping
masalah tertentu (biasanya yang menarik penulis) dalam berbagai bidang dengan
rapi. Hal ini perlu dibiasakan calon penulis agar ketika dibutuhkan dalam
tulisan, penulis dapat membuka kembali kliping yang tersimpan sesuai bidangnya.
Banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara sesuai juga dengan
tujuan tulisannya.
3.
Menyeleksi bahan
Setelah ada bekal, dan mulai
berjalan, tapi bekal mana yang akan dibawa? agar tidak terlalu bias dan
abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya
melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti
dan sistematis. berikut ini petunjuk-petunjuknya :
a.
Catat hal penting semampunya.
b.
Jadikan membaca sebagai kebutuhan.
c.
Banyak diskusi, dan mengikuti
kegiatan-kegiatan ilmiah.
4.
Membuat kerangka
Ada 2 macam karangan yaitu
karangan yang bersifat fiksi dan karangan yang bersifat nonfiksi. Fiksi lebih
kearah khayalan sedangkan nonfiksi lebih ke arah kejadian nyata (benar-benar
terjadi). Penulisan karya tulis merupakan salah satu contoh karangan nonfiksi
karena kejadiannya yang benar-benar dialami, atau dikerjakan. Sedangkan
karangan fiksi contoh nyatanya adalah cerita pendek yang terkadang berupa
cerita yang tidak mungkin terjadi. Bekal ada, terpilih lagi, terus melangkah
yang mana dulu? Perlu kita susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita
dalam menulis tidak hilang atau melebar ditengah jalan. Kerangka karangan
menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus
dan terukur. Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian
per bab. Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah
dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a.
Mencatat gagasan. Alat yang mudah
digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul).
b.
Mengatur urutan gagasan.
c.
Memeriksa kembali yang telah diatur
dalam bab dan subbab.
d.
Membuat kerangka yang terperinci dan
lengkap
Merangkai karangan yang baik adalah
kerangka yang urut dan logis. Bila terdapat ide yang bersilangan, akan
mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir)
5.
Mengembangkan kerangka karangan
Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan
kita terhadap materi yang hendak kita tulis. Jika benar-benar memahami materi
dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata.
Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan
wawasan untuk mengembangkan karangan. Pengembangan karangan juga jangan sampai
menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus
sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan
cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan,
semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.
BAB III
PENUTUP
kerangka karangan adalah suatu suatu rencana atau rancangan yang
memuat garis besar atau ide suatu kaya tulis yang disusun dengan sistematis dan
terstruktur. Dalam membuat kerangka karangan hal yang
harus diperhatikan adalah: menentukan tema dan judul; mengumpulkan bahan;
menyeleksi bahan;membuat kerangka; dan mengembangkan kerangka.
Dalam membuat
kerangka karangan harus memperhatikan hal-hal yang menjadi syarat dalam membuat
kerangka karangan,yaitu pengungkapan maksud yang jelas, tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung
satu gagasan, pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis,
dan juga harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.
Untuk kesempurnaan dan perbaikan
dari makalah ini maka disarankan kepada kita semua untuk memberikan tanggapan
dan kritik terhadap pembahasan dalam makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
https://pyia.wordpress.com/2010/11/29/kerangka-karanganoutline/
http://www.kelasindonesia.com/2015/04/pengertian-contoh-kerangka-karangan-dan-cara-membuatnya.html
http://dwinastiti7.blogspot.co.id/2015/11/kerangka-karangan-outline.html
http://dwinastiti7.blogspot.co.id/2015/11/kerangka-karangan-outline.html
0 comments:
Post a Comment
Monggo Komentarnya. . .